Anies Baswedan

Banjir Jakarta bukan salah Anies Baswedan!

Banjir Jakarta
https://twitter.com/potretlawas

Banjir Jakarta 2020 telah menganggu aktivitas warga Jakarta semenjak 1 Januari 2020. Saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menerima banyak hujatan yang menyalahkan beliau atas peristiwa banjir besar Jakarta tahun ini, namun apakah benar banjir besar ini merupakan kelalaian dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan? Sebelum kita menyalahkan orang lain mari kita simak banjir besar yang telah melanda Jakarta semenjak tahun 1918.

Banjir Jakarta 1918

 Gubernur menjabat pada tahun 1918
Johan Paul van Limburg Stirum
Image source: https://www.npg.org.uk/

Pada Tahun 1918, kota Jakarta atau pada saat itu bernama Batavia disiram hujan desar selama 22 hari tanpa henti, alhasil kota Batavia yang dipimpin oleh Johan Paul van Limburg Stirum terlanda banjir besar. Banjir yang melanda kota Batavia ini memaksa toko-toko tutup, operasional beberapa sekolah seperti Holl China School dan Tiong Hoa Lie Hak Hauw terpaksa dihentikan, dan bahkan mematikan sistim trem listrik karena mesinnya terendam.

Mengalami musibah seperti ini, pihak Belanda mengambil tindakan secepat mungkin. Dipimpin oleh Jan Pieterzon Coen, VOC membangun kanal kanal yang membentang dari pintu air Manggarai hingga Muara Angke untuk menanggulangi banjir besar ini. Akan tetapi pembuatan kanal kanal ini masih belum berhasil menangguli banjir yang melanda Jakarta.

Banjir Jakarta 1965 dan 1976

Ali Sadikin
Image by Wikipedia

20 tahun setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1965 banjir besar kembali melanda Jakarta. Banjir inilah yang memaksa pemerintah untuk membangun Komando Proyek Pencegahan Banjir yang pada tahun 1972 akhirnya dikenal sebagai Proyek Pengendalian Banjir Jakarta Raya.

Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu memutuskan untuk bekerjasama dengan Netherlands Engineering Consultant. Dalam proyek ini pemerintah membangung Waduk dalam kota , memperpanjang Saluran kolektor, dan juga membangun saluran baru seperti saluran Cengkareng dan Cakung. Namun pada tahun 1976 Jakarta kembali dilanda banjir besar.

Banjir Jakarta 2002 dan 2007

Image by Wikipedia

Pada tahun 2002 Jakarta dilanda banjir besar lagi, namun banjir ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan banjir besar yang kembali terjadi pada tahun 2007. Masih dalam era kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, Jakarta mengalami banjir yang luar biasa besar pada tahun 2007, curah hujan yang sangat besar hingga menjebolkan tanggul di aliran kali Sunter.

Dengan hampir 60% area Jakarta terendam dan tingkat kedalaman hingga 5 meter, Banjir Jakarta 2007 tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tapi juga menelan setidaknya 80 nyawa warga Jakarta. Kerugian materil pun dialami oleh warga Jakarta, sekitar 320.000 warga Jakarta harus mengungsi dari tempat tinggalnya, diperkirakan kerugian yang dialami atas matinya aktivitas usaha mencapai 4,3 trilliun rupiah.

Follow Instagram kita yuk!

Setelah melihat bagaimana sejarah banjir yang telah melanda Jakarta selama lebih dari 100 tahun, apakah anda masih ingin menyalahkan Anies Baswedan? Tim Julid beranggapan kejadian ini bukanlah kesalahan Anies. curah hujan adalah hal yang tidak dapat diatur oleh manusia, walaupun memang Anies dapat melakukan hal-hal untuk menanggulangi curah hujan seperti ini agar tidak terjadi banjir. Mengingat tugas Anies Baswedan bukan hanya menanggulangi banjir Jakarta tapi juga masih banyak hal yang merupakan tugas beliau sebagai Gubernur DKI Jakarta, walaupun itu tetap tugasnya. Jadi apakah banjir Jakarta 2020 kesalahan Anies Baswedan? tentu bukan, apakah banjir Jakarta 2020 merupakan bagian tanggungjawab Anies Baswedan? Tentu saja. Stay safe Jakarta!

Leave a Reply

error: Content is protected !!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap