7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Pada Jumat (24/4/2020) umat muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadan 2020 (1441 H), dimana selama sebulan (29-30 hari) akan menjalankan ibadah puasa yang merupakan rukun Islam yang keempat.

Tak hanya sebagai kewajiban bagi muslim, puasa ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian lho.

Nah, menjelang Ramadan, penting bagi umat muslim mengetahui apa saja manfaat puasa bagi kesehatan? Berikut 7 manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan yang dirangkum Jakartajulid.com

1. Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung

Penelitian dari Intermountain Medical Center Heart Institute menjelaskan bahwa puasa dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi dan mencegah diabetes.

Kedua kondisi tersebut, entah itu kadar kolesterol tinggi atau diabetes memang dapat menyebabkan penyakit jantung. Jadi, Anda harus menghindari kedua risiko tersebut jika tak ingin mengalami penyakit jantung.

Saat puasa sebenarnya tubuh merasa lapar dan akhirnya mengalami stres. Hal ini membuat tubuh melepaskan lebih banyak lemak cadangan untuk digunakan sebagai bahan energi, supaya tak lagi merasa lapar.

Tentu saja hal ini membuat tumpukan lemak berkurang banyak, dengan begitu lama-kelamaan kadar lemak total tubuh pun menurun. Kondisi ini bisa menurunkan risiko terbentuknya plak di pembuluh darah sebagai cikal bakal terjadinya penyakit jantung, seperti serangan jantung, dan stroke.

2. Manfaat Puasa untuk Kekebalan Tubuh

Puasa mungkin membuat badan lemas. Tapi puasa telah terbukti menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Dengan berpuasa, beberapa organ yang sebelumnya bekerja sepanjang waktu, kini mendapatkan waktu untuk beristirahat. Hal inilah yang menyebabkan puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

“Selama berpuasa sistem pencernaan beristirahat, artinya ini waktunya tubuh memperbaiki jaringan dan sel yang rusak,” kata dokter umum dari RS Pusat Pertamina, Adhisti Pritalina pada temu media “Soho Better U” di Jakarta, pekan lalu.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa pada kondisi ‘istirahat’ ini pembentukan limfosit meningkat 10 kali lipat. Seperti diketahui, limfosit merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

“Jika sistem kekebalan tubuh meningkat, badan jadi lebih sehat dan nggak mudah sakit,” pungkasnya.

3. Manfaat Puasa Bagi Kehamilan

Perempuan yang sedang hamil, anak yang belum cukup umur, dan mereka yang sakit memang mendapat ‘dispensasi’ untuk tidak berpuasa, karena kondisinya. Puasa pada perempuan hamil dikhawatirkan akan berpengaruh negatif pada pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Tetapi ahli Kebidanan dan Kandungan/Fertilitas Rumah Sakit Bunda Jakarta dr Taufik Jamaan, SpOG menilai puasa justru bagus untuk kejiwaan ibu hamil.

“Justru puasa itu membuat ibu hamil lebih tenang, tekanan darah lebih stabil,” kata Taufik Senin (14/7/2014).

Taufik menuturkan ketenangan tersebut juga berpengaruh kepada janin yang sedang dikandung. “Bayinya juga jadi lebih tenang, tidak banyak kontraksi,” katanya.

Bahkan, dia mengatakan, karena gerakan bayinya lebih tenang, maka puasa pada ibu hamil akan mempermudah persalinan. “Kontraksinya jadi tidak terlalu sering, otomatis gerakannya lebih lembut, ibunya jadi lebih mudah bersalin,” katanya.

Namun, dia mengimbau kepada ibu-ibu yang sedang mengandung agar memperhatikan pola makan, yakni tidak boleh terlewat makan ketika buka puasa, sahur, dan menjelang tidur malam.

Selain itu, Taufik mengingatkan untuk asupan air putih juga perlu dijaga, yakni minimal dua gelas ketika buka, dua gelas pada malam hari dan dua gelas ketika sahur.

4. Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak

Selain bermanfaat untuk tubuh dan melakukan ibadah, puasa juga berdampak positif pada kesehatan otak.

Otak memiliki tugas penting untuk mengatur kinerja organ lain dalam tubuh. Menjaga kesehatan otak tentu mutlak dilakukan.

Saat berpuasa, jumlah glukosa akan menjadi sangat terbatas. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan mengalihkan sumber bahan bakar yang awalnya glukosa menjadi lipid (lemak).

Awalnya, tubuh akan menggunakan glikogen (gula yang disimpan pada otot dan hati) sebagai energi. Setelah gula dibakar habis, tubuh akan mulai membakar lemak dan mengubahnya menjadi keton.

Keton adalah bagian kecil dari lemak yang digunakan sel sebagai sumber energi. Perubahan sumber energi saat puasa inilah yang kemungkinan memberikan manfaat untuk kesehatan otak.

5. Puasa Mampu Memperpanjang Usia

Dr. Rafael de Cabo, peneliti utama di National Institute on Aging (NIA) di National Institutes of Health, mengatakan bahwa selama ini kita tahu bahwa mengurangi asupan kalori bisa memperpanjang hidup mereka, melestarikan fungsi dan kesehatan mereka.

Namun studi ini mengungkap bahwa bukan hanya pembatasan kalori yang penting, pembatasan waktu makan juga dapat berefek positif bagi kesehatan.

“Kami tahu efek menguntungkan dari berpuasa pada kesehatan untuk sementara waktu, tetapi ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa waktu puasa setiap hari dapat memperpanjang umur dari subjek penelitian kami yakni tikus,” ujar Rafael de Cabo.

Alasan yang mendasari puasa dapat memperpanjang usia makhluk hidup adalah puasa memungkinkan perbaikan sel-sel tubuh karena istirahat dari proses mencerna makanan. Peneliti pun tertarik untuk melakukan studi lanjutan untuk mengukur efek puasa pada manusia.

6. Manfaat Puasa bagi Perokok

Manfaat puasa bagi perokok adalah membersihkan darah dari zat karbonmonoksida yang berlebih. Asap rokok sejak lama diketahui mengandung racun berbahaya bagi tubuh, yang salah satunya adalah gas karbonmonoksida.

Nah, kadar yang tinggi dari zat ini di dalam tubuh Anda dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas. Pasalnya, karbonmonoksida memiliki kemampuan untuk mencegah oksigen memasuki paru–paru.

Akibatnya, darah akan kekurangan asupan oksigen. Namun perlu untuk Anda ketahui, tubuh secara alami akan membersihkan dirinya sendiri dari kelebihan karbonmonoksida setelah 8-12 jam puasa. Efeknya, tubuh akan terasa menjadi lebih segar dari biasanya.

Dan hal paling penting adalah disadari atau tidak, dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan Anda akan berhenti merokok 13 jam setiap harinya selama 4 minggu penuh.

Selama jangka waktu tersebut tubuh akan terbiasa dengan kadar nikotin yang lebih rendah ketimbang saat tidak berpuasa.

Ketergantungan terhadap rokok pun menurun drastis sehingga akan mempermudah Anda untuk berhenti merokok secara nyata.

7. Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

Puasa memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, bahkan untuk kesehatan mental. Seperti yang disampaikan oleh  Dr Walid Abdul-Hamid, Direktur Klinis dan Psikiater Konsultan di Priory Wellbeing Centre Dubai.

Menurutnya, puasa memiliki dampak positif tak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mental. Walid menyebutkan, seperti yang sudah diketahui, berpuasa bukan hanya soal menahan lapar.

Dikutip dari situs resmi The Priory Wellbeing Centre Dubai, selama Bulan Suci, umat Muslim juga menghindari ucapan berbahaya seperti berbicara dengan cara yang tidak sopan atau tidak senonoh, dan juga menghindari tindakan negatif seperti bertengkar.

Sepanjang Ramadan, umat Muslim juga akan lebih banyak beramal. Penelitian menunjukkan, tindakan amal semacam itu dapat meningkatkan endorfin, zat kimia otak yang membuat orang merasa senang.

Disebutkan, gaya hidup sosial seperti aktif beramal dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan membantu kita memerangi perasaan kesepian dan isolasi.

Emosi positif yang kita rasakan saat beramal juga dapat membantu menghilangkan stres dan melepaskan diri dari perasaan negatif seperti amarah.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap