VIRUS BARU MARET 2020: KENALKAN NAMA SAYA HANTAVIRUS!

hanta virus
Virus Hanta – dari tikus

Virus baru tengah muncul di masyarakat yang sedang dihantui oleh Virus Corona yang belum kunjung selesai. Virus ini dikabarkan muncul kembali di tahun 2020 pada akhir pekan lalu di bulan maret di Cina.

Sang pria tersebut meninggal dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong, menurut Global Times. “Dia dites positif untuk HantaVirus. 32 orang lainnya dalam bus diuji,” demikian tulisan dari Global Times.

Halaman itu muncul di tengah pandemi yang disebabkan oleh Virus Corona baru. Kini, halaman tersebut telah dibagikan lebih dari 15.000 kali.

Gejala awal Hantavirus

Gejala awal termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar — ​​paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu. Gejala-gejala ini bersifat universal. Mungkin juga ada sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Hantavirus Ternyata Sudah Pernah Ada.

Ternyata, Hantavirus ini bukanlah jenis virus baru. Virus ini pertama kali muncul pada bulan Mei 1993.

Wabah penyakit paru-paru ini tidak dapat dijelaskan yang terjadi di Amerika Serikat bagian barat daya, di daerah yang dibagi oleh Arizona, New Mexico, Colorado, dan Utah yang dikenal sebagai “The Four Corners”. Seorang lelaki muda Navajo yang sehat secara fisik yang menderita sesak napas dilarikan ke rumah sakit di New Mexico dan meninggal dengan sangat cepat.

Cara Penularan

Cara Penularan Di Amerika Serikat, jenis tikus rusa, tikus kapas, dan tikus padi di negara bagian tenggara dan tikus putih di timur laut adalah reservoir hantavirus. Hewan pengerat menumpahkan virus ke dalam urine, kotoran, dan air liur.

Virus ini ditularkan kepada manusia ketika mereka menghirup udara yang terkontaminasi oleh virus. Tatkala urine hewan pengerat, kotoran, atau bahan bersarang bercampur, tetesan kecil yang mengandung virus masuk ke udara. Proses ini dikenal sebagai transmisi udara.

Para ilmuwan percaya, manusia mungkin tertular hantavirus jika mereka menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi dengan urin tikus, kotoran, atau air liur. Kemudian menyentuh hidung atau mulut sendiri.Para ilmuwan juga menduga, manusia bisa jatuh sakit jika mereka makan makanan yang terkontaminasi oleh urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi hantavirus.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap