Umroh Ditutup Sementara Oleh Arab Saudi Demi Mencegah Corona Virus

27 Feb 2020 , Halo sobat julid sekarang kita ingin ngebahas informasi terbaru dampak dari corona virus nih yaitu Umroh ditutup sementara oleh Arab Saudi.

Pelarangan sementara ini bertujuan untuk mencegahnya virus corona tersebar. Karena diketahui jamaah umroh datang dari seluruh penjuru dunia jadi di takutkan apabila ada virus corona yang lolos bisa berbahaya untuk umat di dunia.

Virus yang pernah di prediksioleh film the simpsons ini bukan hanya sekedar mematikan untuk manusia loh. Dampak dari corona virus pun menyebabkan banyak kerugian besar untuk negara – negara lain dari segi bisnis ,wisata dan lain lain.

Salah satu dampak dari corona virus adalah ditutupnya umroh untuk sementara oleh Arab Saudi karena di takutkan menyebar pada saat beribadah umroh yang dimana banyak masyarakat islam dari berbagai negara berada disana.

umroh ditutup twitter pak jokowi
Twitter : @jokowi

Mengapa umroh ditutup sementara? karena apabila ada yang terkena dan tidak terdeteksi bisa saja virus tersebut akan menyebar ke negara masing masing jamaah yang sudah pulang dari tanah suci.

Wabah corona virus sampai saat ini masih terus tersebar ke banyak negara. Bukan hanya China sekarang sudah banyak sekali negara negara yang terkena virus tersebut.

Sebanyak 78.497 kasus terkonfirmasi ada di China, Korea Selatan menjadi negara kedua terbanyak yang memiliki 1.595 kasus terkonfirmasi. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh kapal pesiar Diamond Princess yang memiliki 705 kasus.

Selanjutnya ada 453 kasus terkonfirmasi di Italia, 189 kasus di Jepang, 139 kasus di Iran, 93 kasus di Singapura, 91 kasus di Hong Kong, 60 kasus di Amerika Serikat, 40 kasus di Thailand, 33 kasus di Bahrain, 32 kasus di Taiwan, serta 22 kasus masing-masing di Australia dan Malaysia.

Sedangkan Jerman memiliki 27 kasus, 26 kasus di Kuwait, Australia dan Malaysia dengan 22 kasus, Perancis dengan 18 kasus, disusul dengan Vietnam yang memiliki 16 kasus. Masing-masing 13 kasus di Spanyol, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Kanada kini masih memiliki 11 kasus, disusul dengan 10 kasus di Makau. Irak memiliki 4 kasus, 4 kasus di Oman, dan masing-masing 3 kasus di Filipina, Kroasia, dan India. Dua kasus masing-masing berada di Israel, Rusia, Libanon, Finlandia, Swedia, Pakistan, dan Austria.

Terakhir ada 1 kasus pada masing-masing negara Afghanistan, Nepal, Kamboja, Norwegia, Aljazair, Belgia, Georgia, Makedonia Utara, Swiss, Brasil, Rumania, Mesir, Yunani, dan Sri Lanka

Leave a Reply

error: Content is protected !!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap